Salingsapa

Mencari Berkah Pasca Nikah

Minggu, 01 November 2015 05:53 WIB | Dilihat 4.106 kali
“ … Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju ke surga …” (HR. Muslim)

MENCARI BERKAH PASCA NIKAH
 
 
 
1| Ini bukan tentang barca versus madrid. Tapi bagaimana mencari barca (alias berkah) pasca married.
 
2| Berkah itu penting. Jika tak ada dalam rumah tangga, suasana bisa genting. Masalah datang menambah pusing.
 
3| Rasul menegur sahabat yang mendoakan pengantin: ‘bir rifa-i wal banin’. Semoga kalian rukun dan banyak anak. Ini bukan ajaran addin.
 
4| Do’a yang utama bagi pengantin adalah mendapat berkah. Sebab berkah mendatangkan sakinah. Setiap penghuni merasa betah di rumah.
 
5| Do’a yang hanya fokus kepada banyak anak dan kerukunan adalah doa jahiliyah. Sebab urusan nikah terkait dengan ibadah. Maka yang dicari adalah berkah.
 
6| Berkah bermakna ziyadatul khair ‘bertambahnya kebaikan’. Jika kebaikan bertambah, maka keburukan terusir sudah. Lenyaplah masalah.
 
7| Rumah tangga ibarat tanah lapang. Jika tak ditanam pepohonan, yang tumbuh rumput ilalang. Kebaikan hilang, keburukan datang.
 
8| Jika anak mulai berulah, pasangan suka marah-marah, orang lain ikut campur masalah, hati gelisah, semua bermula dari tak adanya berkah.
 
9l Jangan buru-buru datang ke psikolog, jika nilai anak di sekolah jeblok. Jangan buru-buru ke konselor jika dengan pasangan tak saling tegor.
 
10| Sebelum minta bantuan orang tuk tangani masalah rumah tangga kita, mari tengok apakah berkah telah tumbuh subur dalam keluarga kita.
 
11| Sebab perkara rumah tangga bukan sekedar bahas aspek teknis, namun juga aspek non teknis. Saat nilai agama menjadi basis.
 
12| Bagaimana memulainya? Jadikan taqwa sebagai visi utama. Keberkahan bermula dari ketaqwaan yang terukir dalam sikap dan perbuatan.
 
13| Bagaimana mungkin mengaku taqwa jika dalam rumah tangga yang dibicarakan seputar kemana liburan, jadwal makan, dan rumah idaman.
 
14| Padahal tema pembicaraan dalam keluarga menentukan visi rumah tangga. Jika ortu lebih banyak bicara harta, anak pun jauh dari agama.
 
15| Apa yang sering dibicarakan tunjukkan visi asli kepemimpinan (ath thobari). Jika memiliki visi taqwa, lebih banyak bincangkan seputar agama.
 
16| Maka periksa dialog antar anak. Jika masih seputar mainan atau uang yang banyak, tanda nilai taqwa belum sampai kepada mereka.
 
17| Bermula dari sekadar tema pembicaraan, menentukan datangnya keberkahan. Maka bicarakan kepada anak tentang agama dengan cara menyenangkan.
 
18| Jika taqwa telah rutin dibincangkan, kemudian jadikan bangun pagi sebagai kebiasaan. Hanya keluarga yang rutin bangun pagi yang diberkahi.
 
19| Rasul mendo’akan umatnya yang aktif bangun pagi agar dapat berkah. Sebab orang yang bangun kesiangan tanda pribadi yang bermasalah.
 
20| Masalah keluarga bermula dengan menganggap bangun kesiangan sebagai hal biasa. Padahal ini adalah petaka rumah tangga.
 
21| Sebagian besar anak yang candu narkoba dan terpapar pornografi memiliki ciri susah bangun pagi. Sudah terbiasa kesiangan sejak dini.
 
22| Maka, jadikan bangun pagi sebagai kebiasaan di dalam keluarga. Agar keberkahan datang menyapa. Masalah perlahan sirna.
 
23| Dan setelahnya mari perbanyak keberkahan lewat interaksi terhadap qur’an. Sebab qur’an sebagai bukti keberkahan dari Allah Ar-Rahman.
 
24| Rumah tangga tanpa qur’an ibarat kuburan. Nampak sepi dan menyeramkan. Malaikat datang merasa sungkan. Masuk rumah pun enggan.
 
25| Jangan biasakan musik lebih terdengar daripada qur’an. Keberkahan kian terusik berganti hingar bingar kesia-siaan.
 
26| Telinga anak yang terbiasa mendengarkan qur’an, kan lebih mudah terajak kebaikan. Saat di luar rumah tak terpengaruh teman.
 
27| Dan harus pula jadi fokus orang tua tuk cari tempat tinggal yang diberkahi-Nya. Salah satunya dekat dengan masjid atau musholla.
 
28| Salah memilih tempat tinggal awal dari pengasuhan yang gagal. Padahal anak dipengaruhi oleh lingkungan, maka cari tempat tinggal yang aman.
 
29| Jika rumah lebih dekat dengan masjid maka anak terdidik menjadi ‘abid. Jika lebih dekat dengan pasar, ia terlatih puaskan syahwatnya yang liar.
 
30| Saat pilih lokasi rumah, jangan terpesona investasi tanah. Tanyakan dimana masjid tempat ibadah. Ini awal keluarga berkah.
 
31| Sebagaimana Ibrahim Ayah teladan memberi pengajaran. Lebih pilih rumah jauh di tanah tak bertuan asal dekat dengan masjid baiturrahman.
 
32| Jika masalah datang berulang kali, bisa jadi saat berkeluarga salah milih lokasi. Keberkahan akhirnya pergi enggan tuk kembali.
 
33| Selanjutnya, jangan abaikan kebiasaan bermain hujan. Dalam air hujan ada keberkahan. Ini janji Ar-Rahman yang tertulis dalam qur’an (lihat surah Qaaf ayat 9).
 
34| Dalam hujan gerimis tercipta suasana romantis. Dalam hujan lebat, cinta makin tertambat. Ajak keluarga main hujan supaya datang keberkahan.
 
35| Bagi yang hendak bercerai, cobalah dulu bermain hujan dengan pasangan. Hubungan yang retak tiba-tiba terganti cinta yang menghentak.
 
36| Sebagai penutup, pintu keberkahan keluarga mengucur deras dalam aktivitas makan bersama. Ini adalah ajaran Rasul yang mulia.
 
37| Bukan sekadar maknyuss nya makanan yang kau rasa. Tapi kebersamaan saat makan itu yang jadi tujuan utama. Berkah selalu dalam keluarga.
 
38| Luangkan waktu dalam sepekan untuk makan bersama. Ini juga sebagai upaya tuk cairkan suasana. Saling berbagi cerita. Tercipta mesra.
 
39| Tips berkah ini silahkan dicoba bagi yang sudah berumah tangga. Yang masih jomblo, ya imajinasikan aja. Siapa tau jodoh datang segera.
 
40| Jadi sebelum minta bantuan pihak ketiga dalam masalah rumah tangga anda, ajak keluarga mencari berkah bersama.
 
 

Oleh: Ustadz Bendri Jaisyurrahman (Twitter: @ajobendri)

comments powered by Disqus