Salingsapa

Urusan Elo Urusan Gue Juga!

Jum'at, 26 Juni 2015 12:15 WIB | Dilihat 3.436 kali
“ … Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju ke surga …” (HR. Muslim)

URUSAN ELO URUSAN GUE JUGA!

Materi
Di masyarakat kita sekarang khususnya generasi muda, nilai-nilai ukhuwah sudah mulai luntur. Orang tidak mau diganggu privasinya, tidak mau dikritik, tidak mau dinasehati, tidak mau diarahkan. Bahkan ketika dinasehati selalu bilang “bukan urusan elo”.
Justru di beberapa sisi sebagai umat Islam urusan "elo urusan gue juga" bukan karena hal negatif tapi karena sabda Nabi Shallallaahu `Alaihi Wasallaam.
HR: "Ilustrasi tentang rasa cinta umat Islam saling menyayangi diantara mereka ibarat satu tubuh, apabila satu anggota merasakan sakit maka semua anggota tubuh yang lain ikut merasakan sakitnya."

Inilah umat muslim ibarat satu tubuh, kita satu kesatuan “urusan elo urusan gue juga”.
Maka, jika kita dapati saudara muslim kita tidak sholat, bermaksiat maka itu menjadi urusan umat muslim yang lainnnya juga karena kita tidak mau masuk surga sendiri.

Ini ADALAH konsep ukhuwah islamiyah.
Ketika kita melihat saudara muslim kita salah, melihat kemungkaran yang dilakukan saudara kita maka kita tidak bisa tinggal diam, kita harus rangkul, kita harus nasehati, kita harus ajak mereka kembali kepada Allah Subhaanahu Wa Ta`aalaa. Karena anak muda tidak akan berpisah dari sebuah komunitas .

Point #1
Maksud dari urusan elo urusan gue juga adalah ketika kita melihat sahabat atau teman dekat kita melakukan kesalahan bukan mencari -cari kesalahan.
Umat muslim tidak boleh mencari cari kesalahan, jika memang terlihat kesalahan maka kita nasehati, jika tersembunyi tidak boleh dikorek-korek.

HR: "Wahai orang-orang yang baru mengklaim ke imanan di hati mereka jangan mencari-cari kesalahan umat Islam. Barang siapa yang suka mencari-cari kesalahan, maka Allah akan bongkar kesalahannya walaupun ia lakukan di tempat yang sangat tersembunyi."

Allah tidak perlu mencari-cari kesalahan kita, Allah Maha Tahu apa yang terjadi, yang sedang terjadi dan akan terjadi.

QS: "Dan di sisi-Nya lah kunci perkara yang ghaib."

Anak Muda Muslim tidak boleh KEPO dalam hal negatif! JANGAN cari-cari kesalahan orang . Ingat dia punya skandal, kita juga punya skandal, dia punya aib kita juga punya aib, dia punya kekurangan kita punya kekurangan. Kita buka kesalahan dia, maka Allah akan buka kesalahan kita.
Kalaupun kita kesal dengan orang maka serahkan saja kepada Allah. Allah yang paling tahu.

Point #2
Sedih, kenapa harus sedih? Karena salah satu anggota tubuh kita sakit.
Jika teman kita maksiat, kita harus merasa sedih karena jika dia berakhir dengan kemaksiatan akan ada adzab dari Allah.
Kita mulai empati kita kepada komunitas-komunitas kita, sahabat-sahabat kita, teman-teman kita . Kalau dengan mereka saja kita tidak empati bagaimana dengan Islam secara keseluruhan.

Al-Muthafifin ayat 14
"Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka."
Jika kita tidak merasa SEDIH maka iman kita dipertanyakan.
HR: "Tidak beriman seseorang sampai dia inginkan saudaranya apa yang diinginkan olehnya."

Point #3
Urusan elo urusan gue juga. Kita mulai menasehati dia. Menasehati itu ada rambu-rambunya agar tidak malah membuat perpecahan .

Rambu-rambunya dalam memberi nasehat.
#1 Niat
Tanya kepada kita, kita nasehati dia karena apa? Karena sayang /cinta atau ingin menunjukkan bahwa kita pengen terlihat lebih pintar dari saudara kita, terlihat lebih suci, atau meng test dalil kepada saudara kita?

Yang harus kita nilai dalam niat kita itu dua hal:
#1. Mengharapkan wajah Allah, niat kita karena Allah (Ikhlas)
》Niat itu bukan balas dendam.
》Ingat ini ibadah jadi fokus kita ini karena Allah.
》Dengan niat ibadah ini akan berdampak domino dengan perkara-perkara lain. Sehingga misal ketika nasehati teman kita mereka menolak dan membantah kita tidak akan sakit hati, akan tenang aja karena ini IBADAH.
HR: "Agama itu nasehat."

#2. Niat kita saat memberikan nasehat atau masukan kepada siapapun karena kita ingin MENOLONG dia
》Semangat yang diusung adalah pertolongan bukan menjatuhkan.
HR Muslim: Rasulullah Shallallaahu `Alaihi Wasallaam bersabda “Tolonglah saudaramu yang dzalim maupun yang terdzalimi”. Ketika itu sahabat bingung bagaimana menolong orang yang dzalim. Rasulullah Shallallaahu `Alaihi Wasallaam menjawab : “Cegah dia dari kesalahannya”

Kenapa kita harus menolong? Karena mereka saudara kita, kita tidak mau dia di adzab.
》Kita sudah bersahabat, karena kita ingin berkumpul di surga.
Az-Zukhruf ayat 67
"Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa."
*****
Sahabat dalam keimanan itu akan berkumpul dari surga.
Semua kembali kepada niat. Kritik-mengkritik di dunia ini karena niatnya sudah salah bukan pertolongan bukan menjatuhkan.
Jika niat kita pertolongan dan ibadah buat apa kita gunakan kata kata kasar ? Itu tidak ada gunanaya.

Nasehat itu secara bahasa ada dua.
#1. Artinya murni
》Sehingga harus murni karena Allah Subhaanahu Wa Ta`aalaa.

#2. Artinya menyatukan atau mendekatkan dua hal yang awalnya terpisah dan berdiri sendiri
》Sehingga ketika menasehati kita ingin lebh dekat dengan dia bukan malah menjauh dari dia.

Ikhlas itu penting. Ikhlas itu segala-galanya. Ikhlas itu akan menentukan cara dan gaya bahasa.
Muhammad bin wasid (guru Imam Muslim) di datangi seseorang yang sedang curhat: “Wahai syeikh, saya sudah menasehati seseorang tapi tidak pernah didengar”. Muhammad bin wasid berkata: “Wahai fulan , ini terjadi karena anda. Sesungguhnya nasehat jika keluar dari hati yang paling dalam akan masuk ke hati yang paling dalam”.

Dari hati akan sampai ke hati.
Umar bin dzar berkata kepada ayahnya: “aku melihat suatu nasehat disampaikan olehmu didengar oleh orang lain, tapi nasehat yang sama disampaikan orang lain tidak didengar”. Ayahnya berkata: “wanita yang menangis karena sedih ditinggal mati suaminya itu berbeda dengan wanita yang menangis karena dibayar”

Bukan retorika yang paling dibutuhkan ketika menasehati tapi IKHLAS!

#2 Lemah lembut
》Menasehati itu harus dengan lemah lembut
HR: "Tidaklah kelemah-lembutan dalam suatu kondisi akan menghiasi kondisi tersebut dan jika kelemah-lembutan dicabut dari suatu kondisi akan merusak kondisi tersebut."
Ingat lah ketika Allah memerintahkan musa menasehati Fir’aun harus lemah lembut.
Thaha ayat 43-44
Atay 43: "Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas."
Ayat 44: "Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”.
Jika ke Fir’aun saja lemah lembut apalagi ke yang lain.

Harun Ar-Rasyid pernah dicegat salah satu warganya dinasehati dengan bahasa yang tajam dan buruk. Harun berkata: “kenapa anda tidak menyampaikan dengan lemah lembut. Anggaplah saya salah dan Anda benar. Tapi saya tidak separah Fir’aun. Dan anggaplah Anda orang baik tapi tak sebaik Musa dan Harun. Kenapa tidak lemah lembut.”
Anggaplah saudara kita salah semua dan kita benar. Tapi dia tidak separah Fir’aun. Dan anggaplah Anda orang baik tapi kita tak sebaik Musa dan Harun. Kita semua sama-sama pendosa.

#3 Hikmah
》Dalam memberi nasehat harus hikmah.
》Hikmah itu sederhana, menempatkan sesuatu pada tempatnya .
》Fokus kita adalah kondisi yang dinasehati.

Yang harus diperhatikan :
▶ Waktu menasehati harus tepat.
▶ Tempatnya, jangan dinasehati di depan umum, lebih baik secara langsung, jangan via dunia maya karena kita tidak bisa melihat ekspresi dan intonasi sehingga bisa memunculkan salah paham.
▶ Suasana, ketika dia nyaman dan dia lagi santai.
▶ Pemilihan kata/artikulasi harus pas.

Rasulullah Shallallaahu `Alaihi Wasallaam itu cerdas dalam memilih kata.
Terkadang kita perlu keras dan tegas pada suatu kondisi. Sebagaimana Ka’ab bin Malik di diamkan Rasulullah Shallallaahu `Alaihi Wasallaam dan contoh Rasulullah Shallallaahu `Alaihi Wasallaam dalam menasehati sahabat lain.

Rambu rambu dalam menerima nasehat:
》Ingat kita menasehati dan dinasehati ini kebutuhan.
#1 Bersyukur kepada Allah
》Bersyukurlah ketika kita dinasehati teman kita karena itu berarti dia peduli kepada kita
》Kita tidak akan maju kalau kita tidak pernah di kritik dalam hidup kita

Ulama salaf dulu berkata: "Semoga Allah merahmati orang yang menganugerahkanku aib-aibku.
Kenapa? Karena mereka mencari kebenaran bukan pembenaran.

Jangan pernah takut dikritik!
》Itu seperti pil pahit untuk kesehatan kita.
》Ulama-ulama terdahulu senang jika diberi nasehat.

Siapapun yang mengkritik kita harus kita dengar.
Kaidah: The blind spot artinya kita tidak bisa melihat apa yang ada di diri kita secara keseluruhan karena kita manusia punya hawa nafsu, punya rasa capek dan letih, maka harus ada yang mengkritik dan menasehati kita. Jangan nolak jika ada yang mengkritik!

#2 Introspeksi Diri
》Lihat kontennya bukan siapa yang menyampaikan nasehat.
》Walaupun yang menasehati tidak baik caranya lihat kontennya.
Syekh Ali Hasan murid Syekh Albani: "Saya lebih sering mendapatkan manfaat dari musuh-musuh saya dari pada teman saya. Musuh-musuh saya meski bahasanya tajam dia blak blakkan dalam mengkoreksi saya.

Umar bin Khattab ketika membuat fatwa tentang batasan mahar kemudian di tegur seorang wanita membaca ayat al-qur’an dan berkata: ” Allah tidak membatasi mahar, engkau membatasi mahar?” Kemudian beliau Umar bin Khattab naik lagi ke mimbar: “Semua yang disini lebih pintar dari Umar, wanita ini benar, Umar salah.”

Kita siapa? Bukan Umar, bukan para sahabat, lalu tidak mau dinasehati?

Tanya Jawab
#1
T: Bagaimana agar ikhlas menasehati istri?
J: Ingat jasa baik istri istri kita, ingat jasa baiknya.
Ali-Imran ayat 159
"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya."

Lembut itu menunjukkan bahwa rahmat Allah ada padanya.

#2
T: Bolehkah kita menghapus hubungan sahabat dengan teman kita yang tidak baik? Karena ada hadits: ” Apabila engkau meninggalkan sesuatu karena Allah maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik?.”
J: Memahami hadits harus menyeluruh, Allah meminta kita untuk menolong saudara muslim kita.
Nasehati! Bukan dijauhi tapi jaga jarak.
#3
T: Bagaimana menjauhi teman yang tidak baik?
J: Teman yang tidak baik itu harus jaga jarak bukan dijauhi secara total.
Cari komunitas, komunitas itu penting. Kita harus bangun komunitas, sehingga kita bisa saling share. Gaya boleh anak muda tapi tidak menyalahi syariat.

#4
T: Menasehati di sosmed malah dibilang riya’. Bagaimana yang harus dilakukan?
J: Hukum asalnya menasehati itu tertutup (privat) bukan di depan umum. Jika mau menasehati japri, jangan di depan umum.

#5
T: Bagaimana jika kita melihat sunnah Rasulullah dihina. Memakai celana cingkrang dibilang ke arab-araban. Jenggot dibilang riya’ biar terlihat alim.
J: Ini hal biasa, dan sudah dialami dari zaman Rasulullah Shallallaahu `Alaihi Wasallaam dan para sahabat.
Ali-Imran ayat 186
"Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan."

Sabar , jangan kepancing emosi.
Kita punya level, kita punya style, kita punya kualitas, kita punya kelas, tidak main di level bawah.

Menasehati tentang hijab.
Katakan bahwa jika ada dokter yang bisa menyambuhkan penyakit dengan syarat tertentu kita mau melakukan, apalagi ini perintah Allah yang sudah memberi kita segalanya.
Dalam suatu perusahaan kita diberi aturan untuk memakai seragam, kita patuhi demi mencari gaji. Sementara Allah yang memberi kita segalanya memerintahkan kita berhijab kita harus patuhi.

Setiap laki-laki yang melihatnya tanpa aurat maka ia mendapatkan dosanya di hari kiamat. Mereka akan menyerang kita di hari kiamat.

_______________________________

Tausiyah dari Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc.
Ahad, 27 Sya’ban 1436 H.
Masjid Khusnul Khatimah, Kemenhankam

_______________________________
sumber: @oelpha_hasana
https://oelpha.wordpress.com/2015/06/14/urusan-elo-urusan-gw-juga/

*****

comments powered by Disqus