Salingsapa

Tidak Dapat Lailatul Qadr Karena Tidak Lihat Tandanya?

Kamis, 09 Juli 2015 14:36 WIB | Dilihat 1.022 kali
“ … Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju ke surga …” (HR. Muslim)

Fatwa Ramadhan: Tidak Dapat Lailatul Qadr Karena Tidak Lihat Tandanya?

Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz

Soal:
Apakah tanda lailatul qadr bisa dilihat dengan mata telanjang? Karena sebagian orang berkata bahwa lailatul qadr bisa dilihat tandanya yaitu dengan melihat sebuah cahaya di langit atau semacam itu. Lalu bagaimana Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallaam dan para sahabat radhiallahu’anhum ajma’in melihat tanda lailatul qadr? Dan bagaimana seseorang bisa tahu bahwa yang dilihat itu adalah tanda lailatul qadr? Apakah seseorang bisa mendapatkan keutamaan lailatul qadr padahal ketika itu ia tidak melihat tandanya? Mohon penjelasan anda dengan dalilnya.

Jawab:
Terkadang lailatul qadr itu bisa dilihat tandanya bagi orang yang diberi taufiq oleh Allah untuk melihat tandanya. Dahulu para sahabat radhiallahu’anhum juga berdalil dengan beberapa jenis tanda. Namun bagi orang yang memang beribadah di malam itu karena iman dan mengharap pahala namun tidak melihat tanda apa-apa bukan berarti tidak mendapatkan keutamaannya.

Maka setiap muslim hendaknya bersungguh-sungguh untuk mencarinya di sepuluh malam terakhir Ramadhan sebagaimana diperintahkan oleh Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam untuk mendapatkan pahala dan ganjaran. Jika seseorang mengisi malam lailatul qadr dengan ibadah karena iman dan mengharap pahala ia akan mendapatkan ganjarannya, walaupun ketika itu ia tidak mengetahui. Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallaam bersabda:

من قام ليلة القدر إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

“Barangsiapa yang mengerjakan shalat malam di malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (Muttafaq ‘alaih)

Dalam riwayat lain:
من قامها ابتغاءها ثم وقعت له غفر له ما تقدم من ذنبه وما تأخر
“Barangsiapa yang mengerjakan shalat malam di malam lailatul qadar dan berharap mendapatkannya, akan diberikan padanya ampunan dosa yang telah lalu dan akan datang.”

Demikian juga terdapat hadits shahih dari Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallaam bahwa diantara tanda lailatul qadr adalah matahari terbit di pagi harinya dengan sinar yang tidak menyilaukan. Dan Ubay bin Ka’ab bersumpah ketika melihat tanda ini bahwa itu di hari ke-27. Namun yang shahih lailatul qadr itu muntaqilah (selalu berpindah) di sepuluh hari terakhir Ramadhan, dan malam ganjil itu lebih besar kemungkinannya, dan malam ke-27 lebih kuat kemungkinannya dari malam-malam ganjil yang lain. Maka barangsiapa yang bersungguh-sungguh di semua sepuluh malam terakhir dengan shalat, membaca dan tadabbur Al-Qur’an, berdo’a, dan amalan kebaikan yang lain, ia akan mendapatkan lailatul qadr tanpa keraguan. Ia akan menjadi orang yang beruntung yang mendapatkan janji Allah yang diberikan kepada orang yang menghidupkan malam itu karena iman dan mengharap pahala.

Wallahu waliyut taufiq, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammadin wa ‘alaa alihi wa shahbihi

Sumber: http://www.binbaz.org.sa/mat/374
------------------------------------------------------------
Penerjemah: Yulian Purnama
Sumber: Artikel Muslim.Or.Id
========================================
Bandung, 16 Ramadhan 1436 H, 3 Juli 2015
@nestrinadezda
#NadezdaSharingClub
“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Allah akan pahamkan dia dalam hal agama.” (HR Bukhari dan Muslim)

comments powered by Disqus