Salingsapa

Alasan 17 Ramadhan sebagai Nuzulul Qur’an

Rabu, 08 Juli 2015 20:14 WIB | Dilihat 953 kali
“ … Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju ke surga …” (HR. Muslim)

Alasan 17 Ramadhan sebagai Nuzulul Qur’an

Assalamu’alaikum ustazd….

Sejauh yang saya ketahui sejak dulu, bahwa Al-Qur’an diturunkan pada Bulan Ramadhan yaitu pada malam Lailatul Qadr. Rasul Shallallaahu ‘Alaihi Wasallaam pernah bersabda bahwa malam Lailatul Qadr itu adanya pada 10 malam terakhir Bulan Ramadhan yaitu malam-malam ganjil. Yang ingin saya tanyakan adalah dasar apakah selama ini umat Islam memperingati malam Nuzulul Qur’an itu pada 17 Ramadhan?

Atas jawaban ustadz saya ucapkan terima kasih…

Waalaikumussalam Warahamatullahi Wabarakaatuh

Saudara Abie Syifa yang dimuliakan Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa

Tentang bagaimana Al-Qur’an itu diturunkan dari Lauh Mahfuzh maka ada beberapa pendapat dikalangan para ulama :
1. Al Qur’an diturunkan sekaligus ke langit dunia pada malam Lailatul Qadr kemudian diturunkan dengan cara berangsur-angsur sepanjang kehidupan Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallaam setelah beliau diutus di Mekah dan Madinah. Banyak para ulama yang mengatakan bahwa pendapat inilah yang paling benar berdasarkan suatu riwayat dengan sanad yang shahih dari Ibnu Abbas yang telah dikeluarkan oleh Hakim dan Baihaqi serta yang lainnya, dia mengatakan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada suatu malam ke langit dunia yaitu Lailatul Qadr kemudian diturunkan setelah itu selama dua puluh tahun kemudian dia membaca:
وَلَا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئْنَاكَ بِالْحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا
Artinya: “Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik .” (al-Furqon: 33)

وَقُرْآناً فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنزِيلاً
Artinya: “Dan Al-Qur’an itu telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan kami menurunkannya bagian demi bagian.” (al-Isra’: 106)

Hakim dan Ibnu Abi Syaibah mengeluarkan dari Ibnu Abbas yang mengatakan,”… maka Al-Qur’an diletakkan di Baitul Izzah dari langit dunia lalu Jibril turun dengan membawanya kepada Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallaam.”

Terdapat beberapa riwayat lain dari Ibnu Abbas dengan sanad-sanad yang tidak bermasalah yang menguatkan makna itu.

2. Al Qur’an diturunkan ke langit dunia pada 20 malam Lailatul Qodr atau 23 atau 20 atau 25—sebagaimana adanya perbedaan pendapat tentang lamanya Rasulullah saw menetap di Mekah setelah diutus—di setiap malam lailatul qodr diturunkan sejumlah tertentu sesuai dengan ketetapan Allah swt setiap tahunnya lalu turun setelah itu secara berangsur-angsur di seluruh tahunnya, demikianlah pendapat Fakhrur Rozi dan dia sendiri tidak berpendapat tentang apakah pendapat ini atau pendapat pertama yang lebih utama.

3. Al-Qur’an diturunkan pertama kali pada malam Lailatul Qadr kemudian diturunkan setelah itu dengan cara berangsur-angsur pada waktu yang berbeda-beda, demikianlah pendapat Sya’bi.

4. Al-Qur’an diturunkan dari Lauh Mahfuz sekaligus dan malaikat-malaikat penjaga menurunkannya secara berangsur-angsur kepada Jibril selama 20 malam lalu Jibril menurunkannya secara berangsur-angsur kepada Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallaam selama 20 tahun. Ini adalah pendapat yang aneh. (Fatawa al Azhar juz VII hal. 469)

Adapun yang menjadi dasar kaum muslimin didalam memperingati Nuzulul Qur’an pada tanggal 17 Ramadhan dimungkinkan karena pada tanggal itu diturunkannya ayat pertama dari surat al-Alaq kepada Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallaam,
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ﴿١﴾
خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ ﴿٢﴾
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ﴿٣﴾
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ﴿٤﴾
عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ﴿٥﴾

Artinya: ”Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.” (al-A’laq: 1 – 5)

Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Katsir didalam kitabnya ”Al Bidayah wa an Nihayah” menukil dari al Waqidiy dari Abu Ja’far al Baqir yang mengatakan bahwa awal diturunkannya wahyu kepada Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallaam adalah pada hari senin tanggal 17 Ramadhan akan tetapi ada juga yang mengatakan tanggal 24 Ramadhan.

Wallahu A’lam

Oleh: Ustadz Sigit Pranowo, Lc.

Sumber: www.eramuslim.com
Senin, 20 Ramadhan 1436 H / 6 Juli 2015

comments powered by Disqus