Salingsapa

5 Alasan Kenapa Disiplin Penentu Pertama Kemajuan

Jum'at, 21 Agustus 2015 19:28 WIB | Dilihat 4.920 kali
“ … Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju ke surga …” (HR. Muslim)

5 Alasan Kenapa Disiplin Penentu Pertama Kemajuan



Setiap orang ingin maju. Setiap organisasi merencanakan kemajuan. Setiap negara tentu juga ingin dan merencanakan kemajuan. Apa setiap yang ingin maju bisa meraih kemajuan? Tidak! Ada yang benar-benar maju. Ada yang maju mundur. Ada yang malah mundur. Jadi, apa penentu kemajuan?.

Disiplin! Ya, disiplin lah yang menjadi penentu pertama dan utama kemajuan apapun dan siapapun. Perhatikan orang-orang, perusahaan-perusahaan, lembaga-lembaga sosial, kota-kota, bahkan negara-negara yang terus maju. Mereka semua memulai kemajuannya dari disiplin tinggi.

Olahragawan menjadi contoh nyata. Disiplin mereka tingkat tinggi. Michael Jordan (basket), Lionel Messi (sepak bola), Tiger Wood (golf), Rudi Hartono (bulu tangkis), Muhammad Ali (tinju), Serena Williams (tenis), Usain Bolt (lari), Michael Schumacher (balap mobil F1), Garry Kasparov (catur), dan lain-lain. Mereka semua mungkin memang berbakat. Tapi bukan bakat mereka yang membuat mereka jadi spesial dan melegenda, tapi disiplin mereka yang spesial.

Para pendiri Republik Indonesia ini adalah sosok-sosok hebat. Kehebatan pertama yang selalu disebut adalah disiplin mereka dalam jalani hidup. Bung Karno, Bung Hatta, Syahrir, H.O.S. Tjokroaminoto, HAMKA, K.H. Ahmad Dahlan, K.H. Hasyim Asy’ari, A. Hasan, Tan Malaka dan banyak lagi adalah sosok yang sangat disiplin.

Kenapa disiplin menjadi penentu pertama kemajuan? Ada lima alasan paling penting.

Pertama, Disiplin Membuat Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa Memberkahi
Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa adalah pemilik dunia dan seisinya. Semua hal berada dalam kekuasaan-Nya. Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Siapa orang yang Allah kasih dan sayangi? Orang disiplin! Anda bisa saja beribadah sangat baik dan banyak. Tapi bila ibadah hebat itu tak disiplin anda lakukan, hanya sesekali saja, maka kasih sayang Allah pun hanya sesekali juga. Orang kafir yang disiplin akan mendapat kemajuan lebih hebat dari muslim yang tak disiplin.

Karena segala kemajuan manusia adalah hak Allah, maka tunaikanlah kewajiban kita pada-Nya. Kebaikan yang anda lakukan, diukur oleh ikhlas dan disiplinnya. Kebaikan kecil yang dilakukan dengan disiplin lebih baik dari kebaikan besar yang dilakukan sesekali saja. Allah akan memberkahi anda yang berbuat kebaikan dengan disiplin. Dengan berkah Allah ini, setiap langkah anda akan dimudahkan. Kemajuan adalah hasil berkah Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa.

Kedua, Disiplin Membuat Potensi Hebat Jadi Kekuatan Nyata
Potensi manusia itu banyak sekali. Setiap potensi tak ada yang kecil. Semuanya besar. Semuanya hebat. Pintu agar setiap potensi besar dan hebat itu adalah disiplin. Tanpa disiplin, semua potensi hanya tersimpan sebagai potensi saja. Tak pernah benar-benar jadi kekuatan nyata. Lionel Messi mungkin saja berbakat hebat dalam sepak bola. Tapi, bila ia tak disiplin berlatih, potensinya tak akan terasah. Ini terbukti dengan para pemain Indonesia. Banyak pemain sepak bola Indonesia yang sangat berbakat. Tapi disiplinnya kurang. Ketika kompetisi libur, libur pula latihan mereka. Tak heran ketika kompetisi dimulai lagi, pelatih harus kerja keras mengembalikan disiplin para pemain.

Ketiga, Disiplin Membuat Kehebatan Jadi Berkesinambungan
Dalam buku “Good to Great”, Jim Collins mengurai perusahaan-perusahaan hebat yang berkesinambungan. Kunci sinambungnya kehebatan setiap perusahaan adalah disiplin. Orang yang disiplin, baik pemimpin maupun SDM. Pikiran yang disiplin, bahkan ketika menghadapi situasi sulit dan godaan keserakahan sesaat. Tindakan disiplin yang menjadi budaya sehari-hari dan dalam penggunaan teknologi.

Ada perusahaan yang hebat tapi tak bisa sinambung. Sebabnya adalah karena kehebatan perusahaan itu tergantung pada seorang saja pemimpin yang disiplin. Ketika pemimpin ini tak ada, perlahan namun pasti kehebatan perusahaan ini pun sirna. Singapura hebat karena Lee Kuan Yew disiplin. Ia melembagakan dan mentradisikan disiplin bagi seluruh rakyat Singapura. Singapura pun menjadi negara yang sangat maju. Ketika PM Lee meninggal, Singapura tak kesulitan mendapat pemimpin yang disiplinnya setara. Kemajuan Singapura akan sinambung ketika disiplin bisa terus dijaga.

Keempat, Setiap Orang Senang Pada Orang Disiplin
Kemajuan adalah hasil bantuan orang lain. Tanpanya, sehebat apapun anda, anda tak akan maju. Muhammad Ali, petinju hebat. Tinju adalah olahraga individual, bukan olahraga tim. Tapi tanpa Angelo Dunde, pelatihnya, Muhammad Ali sangat mungkin tak bisa jadi petinju hebat. Berkali-kali Sir Alex Ferguson menjual pemain Manchester United yang tak disiplin, meski pemain itu sangat hebat.

Orang disiplin disukai setiap orang, bahkan oleh orang yang tak disiplin sekalipun. Orang-orang hebat mencari orang-orang disiplin untuk diajak menjadi hebat juga. Peluang yang diberikan kepada orang disiplin akan sangat banyak jadinya. Kemajuan, bukankah dimulai dengan peluang?.

Kelima, Disiplin Mencegah Sia-Sia
Kemajuan membutuhkan sumberdaya. Do’a, pikiran, waktu, tenaga, dana, dan sebagainya. Semua sumberdaya itu bisa hasilkan kemajuan atau hanya terbuang sia-sia. Disiplin membuat setiap sumberdaya menghasilkan kemajuan. Sebaliknya, tidak disiplin membuat setiap sumberdaya hasilkan kemunduran atau mandeg saja.

Contoh kecil dilakukan anak-anak saya. Malam sebelum sekolah segala keperluan sekolah telah disiapkan. Pakaian, sepatu, tas, buku, PR, dan sebagainya telah siap. Maka, pagi hari mereka bisa tenang bersiap-siap. Mandi, berpakaian, shalat shubuh, sarapan, semua dilakukan tak tergesa. Saya antar mereka ke sekolah juga dengan riang gembira dan penuh canda. Tapi, bila malam sebelumnya tak siap-siap, maka pagi hari menjadi perang kecil. Saya berteriak-teriak agar mereka cepat bersiap, kadang harus kerjakan PR dulu. Saya harus ngebut antar mereka. Kadang mereka terlambat masuk. Banyak energi terbuang sia-sia karena tak disiplin.

Indonesia, negara paling kaya sumberdaya di dunia. Tapi kemajuan Indonesia di segala bidang selalu terkejar negara-negara lain. Singapura, Malaysia, Thailand sudah lebih maju. Belakangan Vietnam telah di depan kita. Kenapa ini terjadi? Disiplin penentunya! Tanpa disiplin, sumberdaya akan banyak terbuang sia-sia! Tak hasilkan kemajuan berarti.

Semoga tulisan ini bermanfaat. Mari sahabat kita tegakkan disiplin mulai dari sekarang, jangan ditunda-tunda. Buat Allah semakin menyayangimu dengan disiplin.

comments powered by Disqus