Salingsapa

serba serbi honda tiger

Rabu, 23 Februari 2011 21:59 WIB | Dibaca 14488 kali
“ … Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju ke surga …” (HR. Muslim)

Berikut penjelasannya arti warna kabel kelistrikan sepeda motor :

1. HONDA

Hijau : (-) masa, berlaku untuk semua negatif

Merah : (+) aki

Hitam : (+) kunci kontak

Putih : (+) alternator pengisian

(+) lampu dekat

Kuning : (+) arus beban ke saklar lampu

Biru : (+) lampu jauh

Abu-abu : (+) flasher

Biru Laut : (+) sein/reting kanan

Oranye : (+) sein/reting kiri

Coklat : (+) lampu kota

Hitam-Merah : (+) spul CDI

Hitam-Putih : (+) kunci kontsk

Hitam-Kuning: (+) koil

Biru-Kuning : (+) pulser CDI

Hijau-Kuning: (+) lampu rem

Beberapa pengguna Honda Tiger ketemu misteri, terutama pengguna varian Tiger Revo. Pertanyaan besar yang muncul dari penggeber Tiger Revo, kenapa CDI standar bawaan Tiger sebelum Revo lebih sip dipakai buat Tiger Revo. Paling terasa saat Tiger Revo yang menggunakan CDI Tiger lama dipakai untuk rute perkotaan.

"Banyak yang bilang begitu. Semenjak kabar itu gencar di kalangan pemilik Tiger, CDI Tiger lama copotan ada aja yang nyari. Saya coba pun rasanya beda," bilang salah satu mekanik spesialis Honda Tiger di kawasan Jakarta Timur.

Ok deh, itu komentar soal penggunaan CDI Tiger lama di Tiger Revo. Paling tepat tentunya harus mengukur langsung hasil dari uji laboratorium milik PT Trimentari Niaga, Cibinong, Jawa Barat yang produsen CDI BRT. Hasilnya menunjukkan CDI Tiger lama dan CDI Tiger Revo tidak ada perbedaan timing pengapian yang besar.

"Timing pengapian memang sedikit berbeda. Ada faktor kenapa ada perbedaan," jelas Handy Hariko, Deputy General Manager, Technical Service PT Astra Honda Motor (AHM).

Handy menjelaskan faktor perbandingan kompresi, kapasitas, dan timing bukaan klep masuk-buang sangat menentukan derajat pengapian di jenis mesin yang sama. "Perbandingan kompresi hampir tidak ada perubahan. Tapi, perbedaan ini lebih menyesuaikan timing bukaan klep in-out," pasti Handy.

Ayo lihat hasil tes. Pick up pulser Tiger lama panjangnya 15 mm, sedang Tiger Revo 24 mm. Perbedaan timing pengapian kedua CDI itu juga bisa dilacak. Tahap pertama di 1.500 rpm, kedua 2.500 rpm, ketiga 4.000 rpm, keempat 8.000 rpm, kelima 9.000 rpm dan keenam 10.000 rpm.

Nah, baru deh pas di rpm 4.000 perbedaan timing pengapian kedua CDI Tiger berbeda. Di Tiger lama saat 4.000 rpm timing pengapiannya 29 derajat, sedang kan Tiger Revo 39 derajat. Untuk 8.000 rpm di Tiger Revo timing pengapian 39 derajat, sedangkan Tiger lama 8.000 rpm saat pengapian di 29 derajat. Perbedaan timing pengapian 29 derajat untuk Tiger lama dan 39 derajat untuk Tiger Revo sampai di 10.000 rpm.

"Artinya, perbedaan ini menunjukkan CDI Tiger Revo dirancang untuk bermain di putaran atas dibanding Tiger lama," pasti Tomy Huang dari BRT.

Packing

PAS BUAT PAKING BLOK 2010-11-10 01:33:32

Selain paking yang dibuat dari kertas atau tembaga, tidak sedikit dari mekanik juga mengandalkan paking berbahan aluminium. Tentunya, ada kelebihan dan kekurangan dari masing-masing!

Untuk menjaga kebocoran kompresi sebagai paking head, paking alumunium lebih bagus. Tapi sayangnya tidak kuat lama. Mudah grepes atau pecah-pecah pinggirnya. Kalau untuk balap, dua kali race sih sudah musti ganti, ungkap Mansuri, owner workshop Em-Push di Jl. Meruya Selatan, No. 37, Jakarta Barat.

Apalagi kalau paking aluminium itu dipakai di motor dengan mesin 200 cc ke atas. Atau misalnya, Yamaha Mio yang aplikasi piston 63 mm ke atas. Kalau dengan ketebalan 0,5 mm, pasti enggak kuat. Sudah pernah coba. Minimal 0,8 atau 1 mm ke atas, timpal Suri yang kerap beli pelat aluminium lempengan untuk dijadikan paking. Wah, gak kuat kompresi tinggi juga dong!

Makanya terkadang banyak mekanik yang juga andalkan paking aluminium itu sebagai paking bawah alias paking blok. Eit, sabar! Masih adalagi kelebihan paking alumunium. Yaitu soal ketebalan.

Ketebalan paking ini, bisa kita buat sendiri sesuai kemauan. Ya! Misalnya ketebalan 0,5 mm, 0,8 mm atau lebih dari 1 mm sekalipun. Sehingga bisa dipakai juga untuk menganjal blok bawah bagi mesin yang sudah alami kenaikan stroke.

TIPIS GAK NEMPEL 2010-11-05 20:45:02

Paking model kertas untuk blok mesin yang beredar di pasaran banyak macam. Selain bahan atau material yang dipakai, penutup celah agar oli, air dan udara itupun memilki beragam warna. Ada biru, hijau bahkan hitam.

Tapi, bukan lebih pada ke warna makna yang sebenarnya. Yang terpenting lagi, paking harus fleksibel, mampu menahan kebocoran dan proses akhirnya tidak menutupi aliran oli pada saat dipa sang di blok mesin.

sang di blok mesin."Makanya saat beli paking khususnya model kertas, coba lihat dulu karakternya," saran Aris Indriyanto, mekanik BJ Speed yang buka bengkel diJl. Raya Krukut, Limo, Depok.

Pertama yang musti diperhatikan bentuk paking. Biasanya paking berkualitas macam dari pabrikan, atau aftermarket khusus racing pasti tidak pernah menyimpang dari blok yang akan dilapisi. Sehingga tidak khawatir salah waktu dipasang.

Kedua, pilih paking yang tidak terlalu tebal. Dikhawatirkan memilki material atau bahan berupa serbuk asbes halus itu sangat rawan melebar ketika paking dijepit.

"Kalau melebar saat ditekan, lubang aliran oli di blok mesin sangat mungkin tertutup pecahan paking. Risikonya mesin jebol akibat kurang pelumasan."

Lebih baik pilih paking kertas tipis. Juga tidak gampang melekat pada saat blok mesin mau dibongkar kembali.

comments powered by Disqus