Salingsapa

Fisiologi Hewan Air

Jum'at, 18 Februari 2011 18:00 WIB | Dibaca 4739 kali
“ … Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju ke surga …” (HR. Muslim)

Apa yang Kamu Ketahui Tentang Fisiologi Hewan Air ?

Fisiologi hewan air adalah ilmu yang mempelajari tentang proses-proses yang terjadi didalam tubuh organisme. Dalam hal ini terkhusus pada hewan yang hidup di peraiaran. Proses-proses yang dipelajari dalam ruang lingkup fisiologi hewan air meliputi sistem adaptasi, respirasi, sirkulasi, pencernaan, metabolisme, pertumbuhan, bionergenetika, osmoregulasi, ekskresi, reproduksi, syaraf dan sistem hormon.

Adaptasi adalah suatu proses penyesuaian diri secara bertahap yang dilakukan oleh suatu organisme terhadap kondisi baru. Faktor lingkungan biotik maupun abiotik yang mengalami fluktuasi secara harian atau musiman akan mempengaruhi kehidupan organisme terhadap proses fisioligis, tingkah laku bahkan resistensi atau kematian pada hewan air. Untuk mengurangi tingkat resiko akibat adanya perubahan lingkungan tersebut, beberapa perlakuan dapat dilakukan salah satunya yaitu dengan cara aklimasi/aklimatisasi. Aklimasi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan respon kompensasi dari suatu organisme terhadap pertumbuhan suatu faktor lingkungan atau penyesuaian diri dari suatu organisme terhadap satu faktor lingkungan. Sedangkan aklimatisasi adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan respon kompensasi dari suatu organisme terhadap perubahan beberapa faktor lingungan. Dengan adanya proses adaptasi, maka lingkungan dapat mempengaruhi generasi selanjutnya dari suatu spesies melalui proses nongenetik atau melalui seleksi genetik.

Respirasi atau pernapasan adalah proses pertukaran oksigen dan karbondioksida antara suatu organisme dengan lingkungannya. Komponen dalam sistem pernapasan antara lain : alat pernapasan/insang, oksigen, darah dan saluran darah. Prinsip pernapasan yaitu proses difusi dimana suatu aliran molekul gas dari lingkungan yang konsentrasinya tinggi ke lingkungan yang konsentrasi gasnya rendah. Mekanisme pernapasan inspirasi adalah mulut terbuka, rongga bucco-pharynx dan rongga insang menggelembung dan selaput operculum tertutup, pada keadaan ini air masuk ke dalam tubuh. Mekanisme ekspirasi adalah kebalikan dari mekanisme respirasi yaitu mulut tertutup, rongga bucco-pharynx dan rongga insang berkonsentrasi/menyempit dan selaput operculum terbuka, pada keadaan ini air mengalir dari rongga mulut dan rongga insang ke arah luar melalui insang, ketika air melewati insang maka terjadi pertukaran gas antara oksigen dan karbondioksida.

Pencernaan makanan adalah proses penyederhanaan makanan melalui mekanisme fisik dan kimiawi sehingga menjadi mudah diserap dan disebarkan keseluruh tubuh melalui sistem peredaran darah. Secara anatonis, struktur alat pencernaan makanan ikan berkaitan dengan bentuk tubuh, kebiasaan makan, dan stadia hidup. Saluran pencernaan meliputi mulut, rongga mulut, paring, esophagus, lambung, pylorus, usus, rektum dan anus. Sedangkan kelenjar pencernaan meliputi hati, empedu dan pankreas. Pencernaan secara fisik atau mekanik dimulai dibagian rongga mulut yaitu dengan berperannya gigi dalam proses pemotongan dan penggerusan makanan. Pencernaan secara mekanik ini di lanjutkan ke segmen lambung dan usus yaitu dengan adanya gerakan-gerakan/kontraksi otot. Kemudian dilanjutkan dengan pencernaan makanan secara kimiawi yang dimulai dari bagian lambung. Hal ini dikarenakan cairan digestif yang berperan dalam pencernaan kimiawi mulai dihasilkan di segmen lambung. Pencernaan ini selanjutnya disempurnakan di segmen usus untuk di absorbsi.

Pertumbuhan adalah proses perubahan jumlah individu/biomassa (level populasi) dan perubahan panjang dan berat (level individu) pada periode waktu tertentu. Pada keadaan cukup makanan, ikan akan mengkonsumsi makanan hingga memenuhi kebutuhan energinya. Kebutuhan energi ini dipengaruhi oleh stadia dalam siklus hidup, musin dan juga faktor lingkungan. Ikan muda yang sedang tumbuh membutuhkan energi per satuan berat badannya lebih banyak dibandingkan ikan dewasa, walaupun untuk pematangan gonad terjadi peningkatan kebutuhan energi. Menjelang musim dingan, ikan akan meningkatkan konsumsi makanan dan menyimpan energi sebagai cadangan, hal ini sebagai respon untuk menghadapi penurunan suhu pada musin dingin. Karena ikan adalah hewan poikiloterm, maka laju metabolismenya akan berubah mengikuti perubahan suhu air, oleh karena itu kebutuhan energi akan meningkat dengan meningkatnya suhu air pada batas tertentu.

Osmoregulasi adalah pengaturan tekanan osmotik cairan tubuh pada ikan. Ikan mempunyai tekanan osmotik yang berbeda dengan lingkungannya, oleh karena itu harus mencegah kelebihan air atau kekurangan air agar proses-proses fisiologis di dalam tubuh dapat berlangsung dengan normal. Organ osmoregulasi meliputi ginjal, insang, kulit, dan saluran pencernaan. Hewan air melakukan pengaturan tekanan osmotik dengan cara mengurangi gradient osmotik antara cairan tubuh dengan lingkungannya, mengurangi permeabilitas air dan garam, serta melakukan pengambilan garam secara selektif.

Ekskresi adalah pengeluaran sisa hasil metabolisme ke luar tubuh. Produk sisa atau sisa hasil metabolisme berupa karbondioksida dan nitrogen. Jika bahan-bahan sisa tetap berada di dalam tubuh akan membahayakan kelangsungan hidup suatu organisme, maka bahan-bahan beracun tersebut harus dikeluarkan melalui sistem ekskresi.

Hormon adalah zat organik yang diproduksi oleh sel-sel khusus dalam tubuh, disalurkan keperedaran darah dengan jumlah yang sangat kecil dan dapat merangsang sel-sel tertentu untuk berfungsi. Fungsi hormon tiroid adalah dapat meningkatkan konsumsi oksigen. Pemberian hormon tiroid dalam dosis farmokologis akan meningkatkan konsumsi oksigen mitokondria. Bersamaan dengan meningkatnya konsumsi oksigen oleh mitokondria, hormon tiroid juga melakukan hambatan terhadap sintesis ATP. Hormon tiroid memerlukan waktu yang relatif lama untuk meningkatkan oksigen. Hal ini desebabkan karena terlebih dahulu diperlukan sintesis proten di dalam sel yang menerima tiroksin. Peningkatan konsumsi oksigen karena pemberian hormone tiroid akan digunakan untuk meningkatkan aktvitas transport natrium dengan akibat meningkatnya pembentukan ATP.

Bionergenetika adalah alokasi energi menuju keseimbangan antara pasok energi dan penggunaannya sehingga memperoleh pertumbuhan yang maksimal. Pada prinsipnya bionergenetika adalah suatu studi untuk menelaah tingkat keseimbangan energi dalam pengkajian fisiologis yang berkaitan dengan energi yang ditransformasikan ke dalam organisme hidup. Pemahaman konsep bionergenetika pada suatu hewan termasuk ikan dubutuhkan sebagai dasar dalam menyusun makanan harian yang cukup untuk lingkungan fisik tertentu. Ikan tergantung pada penyediaan makanan yang mengandung nutrien yang imbang dan energi yang cukup untuk memungkinkan pertumbuhan yang efektif dan efisien. Upaya-upaya/manipulasi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan adalah berupa meningkatkan energi yang dikonsumsi, memperkecil terbuangnya energi lewat feses, memperkecil terbuangnya energi dari ekskresi nitrogen, dan memeperkecil penggunaan energi metabolisme.

Respon suatu organisme terhadap media, pakan, dan penyakit dapat dilihat dari derajat kelangsungan hidup (SR), laju pertumbuhan (SGR), dan efisiensi pakan (FCR). Proses yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup tersebut adalah proses fisiologis dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap organisme akuatik harus di arahkan dan ditangani sehingga tingkat kesehatan, pertumbuhan, dan efisiensi pakan bisa optimal. Dengan demikian pemahaman tentang kaedah-kaedah fisiologis sangat diperlukan oleh pembudidaya untuk meningkatkan produksinya.

Tujuan dari mempelajari ilmu fisiologi hewan air itu sendiri adalah dapat memahami dan menjelaskan fenomena-fenomena yang terjadi di lingkungan perairan /akuatik sehingga diperoleh kesimpulan tentang apa yang harus dilakukan untuk mencegah maupun menangani suatu masalah yang berkaitan dengan fisiologis suatu organisme perairan. Dan harapan terhadap ilmu fisiologi hewan air ini semoga dengan mempelajarinya dapat menambah wawsan serta ilmu pengetahuan yang baru di bidang fisiologi. Karena seorang akuakulturis mutlak harus memahami dan mengetahui proses-proses yang terjadi dalam tubuh organisme perairan.

comments powered by Disqus