Salingsapa

I LOVE IFY (Cerpen)

Minggu, 10 April 2011 11:00 WIB | Dibaca 3825 kali
“ … Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju ke surga …” (HR. Muslim)

Allysa Saufika Umari

: Hello!

 

      Allysa Saufika Umari siapa, sih?

            Hmm, hallo semua, Allysa Saufika Umari atau yang biasa dipanggil Ify ini, anak SMA kelas satu, pake kacamata minus en silinder (g’ usah d byangin) cantik nan baik, pandai pula.

Tinggal di Jalan Melody no. 1, Ify nggak tinggal sendirian, melainkan bareng Bunda en dua kakak kembar yang aneh-aneh:

-        Riko, pinter, perhatian, en kalau belajar keras banget, saking kerasnya sampe kakak yang satu ini pake’ kacamata (kaya’ Ify) minus 3,75 en silinder 2,75(kagak usah dibayangin). Muka lumayan ganteng, kurus, tinggi. Sering ditaksir cewek, hehehe…

-       

Sion, lumayan pinter, prhatian juga, ganteng, keren. Dia suka gambar en

bercita-cita menjadi artis. Tapi kakak Ify yang satu ini emang ribet

kalau mau pergi kemana-mana.

“Keluar rumah harus diam-diam, kalu enggak ya harus ketemu fans-fans aku” katanya pada suatu hari tanpa bermaksud sombong.

“Huh, capek juga ya jadi idola, naksir satu cewek, masa’ yang nerima sepuluh, yang bener aja” katanya dengan nada lesu.

 

Jalan-jalan

Seneng deh!

Sebulan sudah Ify berada di SMA

Nada Idola. Ify sangat senang karena ia mendapatkan banyak pelajaran

baru. Dengan samua yang telah Ify dapatkan ia berbangga hati. Lalu pagi

ini Ify sangat bersemangat untuk berangkat ke sekolah. Ify telah

siap-siap tinggal menggunakan sepatunya. Saat Ify mengambil sepatunya di

rak sepatu miliknya yang penuh dengan sepatu yang girly sambil bernyanyi,,

 

Kuhirup udara,, dan rasakan hangatnya mentari,, oh indahnya hari ini,, menjalani hidup yang pasti.

 

Tiba-tiba hp-nya berbunyi. Ternyata ada sms.

Fy, nanti temui aku

Di kantin dekat tiang biru

Ternyata dari Rio. ‘DAG, DIG, DUG’ detak jantung Ify serasa berdetak lebih cepat. Lalu Ify membalas sms tersebut.

            Ngapain?

     G’ da k’jaan loe ka’…

Lalu Ify meletakkan hp-nya di kantong rok-selutut-seragamnya, sambil memakai sepatu. Tiba-tiba hp Ify bunyi lagi en ternyata itu balasan sms dari Rio. Isinya:

            Tenang ja,

     G’ ush tkut

     Q g’ bkal ngapa2in loe kok

     Loe dtg ja, cey

Ify tidak memikirkan sms tadi, lalu selesai memakai sepatu en mengambil tasnya lalu Ify keluar kamar en turun menemui Bunda en kedua kakaknya.

            “Pagi Bun, pagi kak” Ify menyapa Bunda en kedua kakaknya.

            “Eh anak Bunda yang paling cantik sudah siap” kata Bundaya Ify, dengan senyum khasnya.

            “Hey dek ayo sarapan dulu, biar nanti ada tenaga buat belajar” kata Kak Sion dengan sedikit perhatian.

            “Kakak bikinin ya rotinya” kata Kak Riko sambil membuatkan dua lembar roti untuk adiknya.

            “Iya deh kak, Kak Sion sama Kak Riko emang Kakak yang paling baik” puji Ify kepada kedua kakak kembarnya.

            “Siapa dulu donk, Sion” kata Kak Sion Menyombongkan diri.

            “Ye enak aja, Riko gitu loh” kata Kak Riko nggak mau kalah.

            “Sion”

            “Riko”

            “Sion”

            “Riko”

            “Sudah-sudah, kok malah tengkar sih, udah ah, kaya’ anak kecil aja” kata Bunda melerai Kak Sion en Kak Riko.

            “Duh, ya Bun, Kak Sion sama Kak Riko ngala-ngalahin aku aja” kata Ify lalu mengambil roti yang ada di piring Kak Riko en memakannya.

Akhirnya habis juga roti yang ada di tangan Ify, lalu Ify pamit untuk berangkat ke sekolah.

           

“Bun, Kak, Ify berangkat dulu ya” Ify pamit sambil cium tangan ke

Bundanya dan melambaikan tangan kepada kedua Kakak kembarnya.

            “Bye Kak, Ify berangkat ya”

^^ RyCa_Nuraga ^^

           

Di sekolah saat istrahat, Ify Ke kantin dekat tiang biru. Lalu Ify

bertemu dengan Rio yang sudah lama menunggu disana.

            “Kak” panggil Ify

            “Ify, duduk dulu” kata Rio sambil mempersilahkan Ify duduk.

            “Kak, ada apa sih, kok aku di suruh kesini?” Tanya Ify yang masih penasaran dengan ajakan Rio.

            “Sebenernya nggak ada apa-apa, Cuma aku mau ngajak kamu jalan-jalan ‘ntar malem minggu, gimana mau nggak?” ternyata Rio ngajak Ify untuk jalan-jalan pada malam minggu besok.

            “Kak, aku sih mau, tapi aku kan sudah pernah bilang sama Kakak kalau aku masih harus bilang dulu sama Bunda”

            “Hmm, ya udah, aku tunggu jawaban kamu besok ya disini”

            “Iya Kak, aku harus ke perpustakaan, Kak aku ke perpus dulu ya” Ify pamit.

            “Fy”

            “Apa kak?”

            “Mau Kakak temenin?” Rio menawarkan diri.

            “Nggak usah deh Kak, aku sendiri aja, udah ditunggu temen” Ify menolak en berjalan meninggalkan Rio.

            “Bye Fy”

            “Bye Kak”

^^ RyCa_Nuraga ^^

            “Hey Fy” Agni menyapa dari jauh.

            “Hey Ag”

            “Tadi kamu masih ketemuan ya sama Kak Rio? Cieee…” kata Agni sambil berlari mendekati Ify en sedikit menyenggol pundak Ify.

            “Iya, emang kenapa?” kata Ify tak mengerti.

            “Ye dasar, cantik-cantik bego’(sorry IFC,, just story), udah deh, mending cari bukunya aja yuk”

            “Yee, enak aja loe”

 

Sambil Ify en

Agni mencari-cari banyak buku yang diperlukan, Ify bertemu dengan Kakak

kelasnya yang bernama Dea, Dea merasa cemburu karena tadi Dea melihat

Ify sedang berduaan di kantin bersama Rio. Memang sejak kelas satu SMA

Dea sangat menyukai Rio, bahkan banyak teman-teman Dea yang dimusuhinya.

            “Heh kamu” kata Dea membentak en sambil membalikkan tubuh Ify.

            “Ada apa Kak?” kata Ify tak mengerti.

            “Nggak usah pura-pura nggak tau deh loe”

           

“Lho, emang saya nggak tau Kak, saya punya salah apa sama Kakak, sampe

Kakak segitu marahnya sama saya” kata Ify ketakutan.

            “Hey Kak, Kakak apain temen saya?” kata Agni berani.

           

“Udah deh loe nggak usah ikut-ikut masalah antara gue sama ni anak”

kata Dea sambil mendorong pundak Agni sampai jatuh.

Kejadian ini tidak diketahui guru karena memang saat ini petugas perpusnya ke toilet.

            “Heh kamu, kenapa kamu tadi berduaan sama Rio di kantin?” kata Dea sambil tetap membentak Ify.

           

“Nggak ngapa-ngapin kok Kak” Ify tetap ketakutan oleh kelakuan Dea. Dea

memang dikenal tidak baik di SMA ini (sorry dealova,, just story).

            “Terus kalu nggak ngapa-ngapain, ngapain kamu disitu?”

            “Ya, tadi Cuma disuruh kesitu doank kok Kak”

           

“Oke, kalau gitu gue peringatin loe ya, jangan pernah loe deket-deket

Rio lagi, nggak boleh ada yang ngedapetin Rio selain gue, ngerti loe?”

            Ify terdiam en menunduk.

            “Ngerti nggak loe” kata Dea semakin keras bentakannya.

 

Yahuu---

Jalan-jalan sama cowok keren tiba

            Malam minggu tiba, Ify diijinkan untuk jalan-jalan sama Rio. Dengan syarat yang udah

disetujui oleh semua, yaitu dilarang pulang terlalu malam, maksimal

pulang jam 10 malam, jika melebihi waktu tersebut maka Ify akan di

jemput paksa dan dilarang untuk pergi bersama Rio lagi.

            “Tin..Tin..” bunyi klakson mobil Rio.

            “Ify sayang, itu sudah dijemput, ajak masuk dulu dong temennya” kata Bunda dengan lembut.

            “Iya Bun, tapi nggak usah masuk deh Bun biar langsung berangkat” kata Ify sambil memasang antingnya.

            “Bun berangkat ya” kata Ify terburu-buru, cium tangan en cium pipi Bunda tak terlewatkan.

            “Hati-hati, lho” Bunda yang baik mengingatkan.

           

Ify berlari keluar rumah melewati halaman depan rumah yang luas en

melewati pagar rumah (bukan loncat pager lho ya) yang super tinggi.

Lalu…

            “Hai Kak, udah lama nuggu ya? Maaf ya Kak” kata Ify sambil membetulkan roknya yang sedikit terangkat karena angin.

            “Nggak kok, gimana? Berangkat?”

            “Ya iyalah masa’ mau berangkat taon depan”

            “Oh ya Kak, Kak Dea itu pacar Kakak ya?”

            “Bukan kok, dia cari gara-gara lagi ya?”

            “Kok Kakak marah gitu sih, Kakak jangan bilang ya sama Kak Dea, please”

            “Nggak kok udah tenang aja, Kakak minta maaf ya atas kelakuan dia, dia emang rada-rada sinting”

            “Kakak kok ngomongnya gitu sih?”

            “Biarin, sebenernya dia dulu pernah nembak Kakak, tapi Kakak tolak deh”

            “Oh gitu, jadi yang bikin dia sensi banget sama cewek yang kebetulan ngobrol atau deket sama Kakak”

            “Iya, ya udah jangan bahas masalah itu lagi, ntar ganggu acara jalan-jalan kita donk”

            “Iya juga sih”

           

Akhirnya sampai juga ke tempat yang dituju. Sebuah mall, mall ini salah

satu mall terbesar di Indonesia. Ditempat itu mereka jalan-jalan,

sampai mereka menuju ke sebuah restaurant fast food, mereka memilih tempat duduk dekat dinding kaca menghadap ke jalan. Akhirnya pelayan restaurant tersebut menghampiri Ify en Rio.

            “Permisi mbak mas, mau pesan apa ya?” Tanya pelayan itu kepada Ify en Rio dengan ramah en memberikan dua buah buku menu yang telah disediakan.

            “Fy kamu mau pesen apa?” Tanya Rio dengan penuh perhatian.

            “Hmm, aku steak ayam aja deh” kata Ify sambil tetap melihat menu yang diberikan oleh pelayan itu.

            “Wah, sama donk, aku juga pesen steak ayam”

            “Minumnya?” Tanya pelayan itu lagi.

            “Saya orange juice” kata Ify.

            “Ya udah, saya pesen cappuccino” kata Rio sekaligus mengembalikan buku menunya en diikuti oleh Ify.

            “Terima kasih, pesanannya akan diantar ke meja ini sekitar 15 menit lagi” kata pelayan itu ramah.

            15 menit berlalu en akhirnya dating juga pesanan Ify en Rio.

            “Selamat menikmati, jika mbak atau mas butuh bantuan bisa menghubungi saya” kata pelayan yang mengantar makanan Ify en Rio.

            “Makasih” kata Ify sambil tersenyum.

            Pelayan yang mengantar makanan akhirnya pergi meninggalkan Ify en Rio. Setelah ditinggal oleh pelayan itu, suasana tempat Ify en Rio berada menjadi sangat romantis.

            “Kak, duluan ya” kata Ify kepada Rio sambil menunjukkan potongan steaknya.

            “Ya” kata Rio lalu memalingkan wajah menatap langit yang penuh bintang.

^^ RyCa_Nuraga ^^

            Akhirnya selesai juga mereka jalan-jalan sekaligus makan malam berdua. Rio mengantar Ify sampai depan rumah Ify.

            “Gimana kamu seneng jaan-jalan sama aku?” Tanya Rio penuh rasa harap.

            “Ya gitu deh”

            Rio cemberut.

            “Ya udah Kak, aku masuk ya, bye..” kata Ify, seraya melambaikan tangan.

            “Ya, bye.. met malem ya..”

Semakin dekat

Semakin Cinta…

            “Fy, ayo cepet makannya, udah ada yang nunggu tuh” kata Bunda, saat Ify sedang sarapan.

            “Iya Bun, tapi siapa Bun?”

            “Cowoknya Ify ya Bun?” kata Kak Sion en Kak Riko bersamaan, dengan pandangan menggoda Ify.

            “Kakak apaan sih, Ify kan belum punya cowok” Ify ngambek.

            “Ya sudah cepetan Fy, kasian tuh lama nunggu”

            “Ya udah Bun, Ify berangkat” kata Ify seraya cium tangan Bunda.

            Ify berlari keluar en Ify kaget karena yang menjemput dia adalah Rio. Ify menghampiri mobil Rio. Rio membuka kaca jendela mobilnya en,,,,,,

            “Ayo Fy masuk” ajak Rio.

            “Lho, Kakak kok jemput aku sih? Aku kan nggak minta dijemput” kata Ify bingung.

            “Ya nggak papa donk, ini kan kejutan” kata Rio sambil nyengir gaje.

            “Ya udah, thank’s ya”

            Hanya sepuluh menit, Ify en

Rio sudah sampe di sekolah. Setelah dilihat di parkiran ternyata ada

Dea, cewek yang nge-fans banget sama Rio. Ify sudah takut karena ada

Dea, tiba-tiba Ify bengong.

            “Fykamu kenapa?” Rio melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Ify, lalu Ify tersadar.

            “Hah, heh, anu, itu” kata Ify gugup, sambil menunjuk ke arah Dea.

            “Itu apa?” kata Rio.

            “Kak Dea”

            “Oh Dea, tenang aja, nggak papa kok, kan ada aku” kata Rio sambil menunjuk dirinya sendiri.

            “Terserah deh”

            Rio keluar terlebih dahulu, lalu Rio membukakan pintu untuk Ify. Dea yang melihat kalau yang dibukakan pintu en keluar dari mobil Rio ternyata adalah Ify, Dea sangat kaget en syok (lebay).

            “Oh my God, Rio, Rio, loe kok bareng dia?” kata Dea masih kaget en nggak percaya.

            “Nggak, nggak mungkin” batin Dea lagi.

            “Lho kenapa nggak mungkin, emang kenapa? Suka-suka gue donk, gue mau bareng siapa” kata Rio menjelaskan.

            “Nggak, pokoknya nggak boleh”

            “Apaan loe sok ngatur gue! Emang loe siapa gue gitu?”

            “Nggak, bukan gitu, tapi loe kan nggak pernah bareng gue”

           

“Yee, siapa yang mau sama loe De, yuk Fy kita pergi aja dari sini” kata

Rio sok jaim en menarik paksa tangan Ify, tapi emang dari dulu Rio

sebel banget sama Dea.

            “UUUrrrrgggghhhh” kata Dea kesal.

^^ RyCa_Nuraga ^^

            Waktu istirahat, Ify bersama Agni, Sivia, en si kembar Deva en

Ray-teman-teman Ify-. Mereka berlima ngomongin pesta yang akan diadakan

malam minggu besok, biasanya di pesta itu dijadikan ajang untuk pamer

pasangan.

            “Eh gimana nih, kalian ntar pesta bareng siapa?” kata Sivia memecah keheningan.

            “Gue bareng Cakka, loe bareng siapa Vi?” jawab Agni sekaligus bertanya balik ke Sivia.

            “Kalau gue sih bareng Iel” jawab Sivia.

            “Gue bareng Keke”

            “Gue mau sama Oik” kata Ray.

            “Loe bareng sapa Fy?” tanya Agni.

            Ify belum menanggapi, karena Ify lagi bengong.

            “Fy, loe bareng siapa sih?” Tanya Agni lebih berteriak dikuping Ify.

            “Aduh apaan sih” Ify marah.

            “Yee kamu sih, ditanyain nggak jawab, kamu ntar pesta BARENG SIAPA?” kata Agni menekan kata yang di CAPS LOCK.

            “Nggak tau deh” jawab Ify.

            Nggak beberapa lama kemudian, Rio menghampiri Ify cs.

            “Hey boleh gabung nggak?” Tanya Rio ramah.

            “Iya Kak, duduk aja” jawab Sivia.

            “Hmm… Ify, kamu mau nggak ntar pesta bareng aku?” Tanya Rio dengan senyum manisnya.

            “Hmm… Gimana ya?” kata Ify ragu-ragu.

           

“Udah Fy mau aja daripada ntar pesta loe sendiri, kan mending ada yang

mau nemenin loe” kata Agni mendukung, yang disertai anggukan teman-teman

lain tanda setuju.

            “Ya udah deh, iya, aku mau bareng Kakak” kata Ify.

            Rio berbalik badan en,,, ‘Yesss, akhirnya dia mau ke pesta bareng gue’.

            “Nanti Kakak jemput kamu ya” kata Rio balik badan lagi dan sangat antusias (ngerti kan???).

            “Ya terserah Kakak aja deh” jawab Ify.

 

Akhirnya

Pestanya tiba…

            Di kamarnya, Ify bersiap-siap. Ify menggunakan gaun rancangan Meryl Astried-numpang eksis yak- berwarna putih en

baby pink yang sangat mewah, berbandana putih dengan yang tampak

sempurna serta rambut Ify yang panjang, dibiarkan menjuntai indah hanya

sedikit di-curly, kalung indah, serta cincin yang melingar di jari manisnya, high heels berwarna putih en perak yang sangat menawan, semua ini lagi-lagi dengan rancangan Meryl Astried.

           

Setelah bersiap-siap atas bantuan Meryl Astried, akhirnya Rio datang

menjemput. Lalu Bunda cepat-cepat memberitahu Ify karena sudah dijemput.

            “Fy, ayo cepat sudah di jemput tuh sama pangerannya” kata Bunda tergesa-gesa.

            “Waw, Fy ini benar kamu?” Tanya Bunda.

            “Ya, Iyalah Bun, siapa lagi?” Kata Ify sambil melebarkan roknya.

            “Ya sudah” kata Bunda lalu meninggalkan kamar Ify.

            Ify lalu menuruni tangga, ternyata Rio sudah masuk dan menunggu di ruang tamu.

            “Nih, putrinya” kata Bunda.

            “Ify, waw, kamu cantik banget malem ini” kata Rio kagum, Ify terlihat lebih cantik dari biasanya.

            “Isshh,, Kak Rio, bisa aja” kata Ify tersipu malu.

            “Ya sudah Bun kami berangkat ya” kata Ify sambil cium tangan Bunda en setelah itu Rio juga cium tangan Bunda.

            Ify en Rio terlihat sangat serasi, karena Rio menggunakan kemeja warna putih dipadu padankan dengan jas en celana kain warna putih.

^^ RyCa_Nuraga ^^

           

Setelah setengah jam perjalanan, karena jalanan macet, akhirnya sampai

juga di tempat pesta. Saat Ify turun dengan pintu yang dibukakan oleh

Rio en menggandengnya, semua orang terlihat sangat terpukau

oleh kecantikan Ify yang bagaikan seorang Putri Raja yang digandeng

seorang Pangeran yang tampan, yang membuat iri semua orang.

            “Ify, waw, loe cantik banget malem ini?” kata Agni yang saat itu bersama Cakka kagum.

            “Yee, emang dari dulu kale” jawab Ify bercanda.

            “Oh ya kamu juga cantik lho malem ini” kata Ify kepada Agni yang menggunakan sackdress merah selutut en didampingi Cakka yang menggunakan kemeja merah dengan jas dan celana kain hitam (nah loe,, bayangin tuh Cakka kaya’ apaan).

            “He…he…” Agni tertawa.

            “Heeyyy, Rio, loe kok bareng dia lagi sih?” kata Dea yang muncul tiba-tiba en nunjuk Ify.

            “Yee, suka-suka gue donk, Ify lebih cantik en lebih baik dari loe, ngaca donk loe” kata Rio kepada Dea.

            Tiba-tiba Rio menghilang…

            “Lho, Kak Rio mana ya?” Tanya Ify kepada Agni.

            “Mana aku tau, yang bareng dia kan loe” jawab Agni.

            “Eh itu Rio” kata Cakka menunjuk ke panggung.

            ‘Duh ngapain lagi sih tuh orang’ batin Ify bingung.

            Lalu tiba-tiba Rio mengambil mikrofon yang ada di depannya en,,,,,

            “Tolong perhatian semua, sebentar” kata Rio.

            Semua mata tertuju pada Rio.

           

“Malam ini akan saya menyanyikan sebuah lagu untuk mengungkapkan

perasaan saya kepada orang yang sangat saya cintai yaitu………… Ify” kata

Rio en secara langsung semua mata tertuju pada Ify.

 

“Awalnya

ku tak mengerti apa yang sedang ku rasakan,, segalanya berubah dan rasa

rindu itupun ada,, sejak kau hadir di setiap malam di tidurku,, aku tau

sesuatu sedang terjadi padaku..

Sudah sekian lama ku alami padih

putus cinta,, dan mulai terbiasa hidup sendiri tanpa asmara,, kau hadir

dan membawa cinta sembuhkan lukaku,, kau berbeda dari yang ku kira..

*Aku

jatuh cinta,, kepada dirinya(menunjuk Ify),, sungguh-sungguh cinta ohh

apa adanya,, tak pernah kuragu,, namun tetap slalu menunggu,, sungguh

aku,, jatuh cinta kepadanya(menunjuk Ify, lagi)..

Coba-coba

dengarkan apa kini tlah ku katakana,, yang selama ini sungguh,, telah

lama terpendam,, aku tak percaya,, membuatku tak berdaya tuk ungkapkan

apa yang kurasa..

back to * (menghampiri Ify, dan menarik tangannya menuju panggung(ngerti kan))..

Kadang

aku cemburu,, kadang aku gelisah,, sedihnya ku tak tentu lalui hariku,,

tak dapat ku pungkiri,, hatiku yang terdalam,, betapa aku jatuh cinta

kepadamu (aslinya ‘kepadanya’ tapi aku ubah,, hhe)..”

            Akhirnya Rio menyudahi bernyanyinya, lalu Rio berlutut didepan Ify,, lalu…

            “Fy,, jujur aku suka,, aku sayang,, aku cinta,, sama kamu,, and would you be my girlfriend??” kata Rio penuh harap.

            ‘DAG,, DIG,, DUG’ jantung Ify berdegup kencang.

            “Terima…Terima…” kata semua orang yang ada di tempat itu.

            “Hmm… gimana ya?” Ify berfikir.

            “Oke,, because I love u too,, so…” jawab Ify tapi belum sampai selesai.

            “So?? What???” Tanya Rio tak sabar.

            “Huufft(Ify menghela nafas).. So,, I would” jawab Ify.

            “Really?”

           

“Yes” jawab Ify meyakinkan. Rio langsung berdiri ,, memeluknya,, dan

‘CUP’ Rio mencium kening Ify. Ify yang bahagia, pipinya merona merah dan

langsung memeluk Rio kembali.

            “Ye…” kata semua orang yang ada di tempat itu disertai dengan tepuk tangan semuanya en teman-temannya terlihat sangat senang melihat temannya yang satu ni senang.

           

Akhirnya malam itu Ify sangat berbahagia, sebetulnya Ify sejak lama

memang menyukai Rio, hanya saja Ify tidak pernah bilang kepada

siapa-siapa.

 

 

 

 

^^^^THE END^^^^

jelek yahh?? gaje yahh??? tak apalahh,, usahaku ini wkwkwkwk....

comments powered by Disqus