Salingsapa

Bencana Membawa Kembali Cintaku (Cerpen)

Minggu, 03 April 2011 16:40 WIB | Dibaca 3597 kali
“ … Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju ke surga …” (HR. Muslim)

Bencana membawa kembali cintaku

 

“Loe tega Kka,, kenapa

loe mesra-mesraan gitu sama Shilla,, di depan gue Kka,, loe sedar g’

siih.. Hiks.. Hiks..” lirih seorang cewek sambil menangis.

“Loe sabar ya Ag,, gue yakin Cakka ngelakuin itu pasti ada alasannya” kata seorang cowok menenangkan cewek yang menangis tadi.

 

Yupz.. cewek yang menangis tersebut adalah Agni dan cowok yang menenangkan Agni itu adalah Gabriel.

 

“Hwaa,, tapi Yel,, Cakka tega benget sama gue” lirih Agni.

“Udah

deh Ag,, cup cup cup, g’ usah nangis lagi,, masa seorang Agni Tri

Nubuwati nangis Cuma gara-gara cowok,, loe lupain Cakka ya,, masih

banyak cowok yang suka sama loe” kata Gabriel sambil menarik perlahan

kepala Agni untuk disenderkan ke bahunya dan mengelus punggung Agni.

‘Termasuk gue Ag’ batin Gabriel.

“Hiks..hiks..hiks.. gue g’ yakin bisa Iel, gue sayang banget sama Cakka, gue cinta banget sama Cakka” Agni masih sesenggukan.

“Hmm,,

mending sekarang loe pulang ya Ag, gue anter” kata Gabriel sambil

mengangkat wajah Agni dan menyeka air mata Agni. Agni hanya mengangguk

dan tersenyum.

 

Sampai di rumah Agni..

 

Agni turun dari boncengan Gabriel.

 

“Thank’s ya Iel, J” kata Agni. Gabriel hanya membalas dengan senyuman dan pergi meninggalkan rumah Agni.

 

Agni

masuk ke kamarnya dan menghempaskan tubuhnya ke kasur. Agni masih ingin

bersama Cakka. Agni menatap langit-langit kamarnya, bayangan saat

senang maupun sedih dilaluinya bersama Cakka datang. Agni bingung harus

melakukan apa saat ini. Akhirnya Agni mengambil gitarnya dan memetik

senar gitarnya tanpa nada yang jelas. Agni pun bosan dan tidur.

 

Keesokan harinya…

 

Agni

berangkat ke sekolah diantar oleh supir pribadinya. Agni berjalan di

koridor sekolahnya sambil menenteng tas sekolahnya yang berwarna biru

muda itu. Banyak orang yang menyapanya, Agni hanya tersenyum simpul. Tak

terasa setelah beberapa menit berjalan Aggni telah sampai di kelasnya.

Saat akan masuk ke kelasnya, Agni kaget.

 

“Agni maafin gue, gue g’ ada maksud untuk ngelakuin itu” kata orang yang mencegat Agni. Siapa dia? Yupz, Cakka.

“Udah deh, mending loe minggir sekarang” kata Agni cuek.

“Hhh,, ikut gue” paksa Cakka sambil langsung menarik tangan Agni.

“Mau

ngapain sih? Gue baru dateng, gue mau masuk, lepasin!” Agni meronta

sambil mencoba melepaskan tangan Cakka, tapi apa daya, kekuatan Cakka

melabihi kekuatan Agni.

“Ikut aja!!” kata Cakka tanpa melihat Agni tapi terus menarik paksa tangan Agni.

“CAKKA!!” geram Agni.

 

Saat

sampai di taman belakang sekolah, Agni, Cakka dudukkan di salah satu

bangku yang ada de taman itu. Cakka duduk di sebelah Agni tanpa

melepaskan tangan Agni.

 

“Kka,, mau loe apasih? Lepasin

tangan gue, sakit tau! Kita PUTUS” kata Agni sambil mencoba melepaskan

genggaman Cakka. Tangan Agni memerah.

“G’ bakal gue lepasin

sebelum loe denger penjelasan gue, gue ngelakuin itu semua karena peduli

sama loe dan gue g’ mau putus dari elo” jawab Cakka, sambil melembutkan

suaranya.

“Peduli apa loe? Peduli sama gue dengan mamerin kemesraan loe sama cewek lain? Hah?!” sinis Agni.

“G’ Ag, bukan gitu,, loe tau kan kalau Shilla g’ suka dengan hubungan kita?” Agni hanya diam.

“Dia

bakal nyakitin loe kalau gue g’ mau tinggalin loe. Dan syarat selain

gue mutusin loe adalah bermesraan dengan dia di depan umum. Gue awalnya

juga g’ mau tapi, gue sayang sama elo Ag, gue g’ akan rela elo

diapa-apain sama Shilla” Cakka menjelaskan. Agni tetap diam.

“Agniii, jawab donk” rayu Cakka.

“Hhh, tapi loe juga seneng kan dipeluk sama Shilla. G’ punya perasaan loe” Agni angkat bicara juga.

 

‘TETTETTET’ bel masuk berbunyi.

 

“Udah bel,, lepasin!” kata Agni. Cakka akhirnya melepaskan tangan Agni.

“Maaf” lirih Cakka. Agni emegangi tangannya yang sakit.

 

Sudah 2 hari Cakka mengejar Agni, sudah 2 hari pula Agni menghindari Cakka. Agni masih belum bisa memaafkan Cakka.

 

Hingga

suatu hari saat di sekolah dan saat pelajaran berlangsung tiba-tiba

Cakka yang sudah lengkap dengan rompi PMRnya masuk ke kelas Agni.

 

‘Hadehh, mau ngapain sih nie orang’ batin Agni malas.

 

“Permisi

semua. Harap perhatiannya sebentar” kata Cakka. Sekarang kondisi kelas

Agni yang tadinya ricuh karena tidak ada guru menjadi tenang.

“Barusan

saya mendengar kabar bahwa di daerah Pandeglang, Banten, telah terjadi

bencana alam, yaitu gempa bumi beserta tsunami. Oleh karena itu, di

kelas ini yang menjadi anggota inti PMR diharap untuk berkumpul di ruang

UKS” jelas Cakka panjang lebar sambil melirik ke arah Agni yang tengah

berberes.

 

Agni dan Rio yang merupakan anggota inti PMR

berdiri dari duduknya. Rio lebih dulu berangkat karena mengerti kalau

Cakka ingin bersama Agni, selain itu Rio juga mau menemui Ify,

kekasihnya.

 

“Ayo Ag” ajak Cakka lembut. Agni hanya memasang tampang juteknya.

“Maafin gue ya Ag” Cakka memelas.

“Ngapain loe minta maaf hah? Loe kan dah g’ peduli lagi sama gue” kata Agni sambil tetap memasang tampang juteknya.

 

Cakka terus-menerus minta maaf sama Agni. Akhirnya g’ terasa mereka telah sampai di ruang UKS.

 

Sesampainya

di UKS semua anggota inti PMR membicarakan tentang adanya bencana alam

yang terjadi di Pandeglang dan tentang bantuan yang akan diberika kepada

korban-korbannya. Semua telah dibicarakan panjang lebar. Dan akhirnya

diputuskan untuk sementara, nanti dan besok akan diadakan penggalangan

dana. Saat kelompok dibagi susunannya sebagai berikut: Agni+Cakka 12A-C,

Ify+Rio 12D-F, Zeze+Alvin 12G-I, Angel+Kiki 11A-C, Via+Iel 11D-F,

Keke+Deva 11G-I, Acha+Ozy 10A-C, Oliv+Ray 10D-F, Oik+Debo 10G-I.

 

Agni

jelas sangat kaget, tapi dia berusaha cuek. Setelah itu semua menuju ke

kelas yang ditugaskan. Semua berjalan dengan lancer, walaupun Agni dan

Cakka tetep jutek-jutekan. Setelah semua uang sumbangan terkumpul, semua

anggota inti PMR kembali berkumpul di UKS dan merencanakan hal yang

akan dilanjutkan selanjutnya.

 

“Oke,, setelah dijumlahkan semua, jumlah uang yang terkumpul hari ini sebanyak 678 ribu rupiah” kata Angel.

“Waw,, banyak banget yaa” kata Alvin takjub.

“Yaudah terus selanjutnya kita mau gimana?” Tanya Agni sedikit malas-malasan.

“Gimana kalau waktu kita ngasih sumbangan ini ke korban bencananya kita sekalian ngehibur mereka?” usul Iel.

“Gue

setuju, gimana kalau kita ngehibur mereka pake penampilan kita aja,,

kita semua kan bisa dibilang berbakat dalam bermusik” Debo angkat

bicara.

“Hemmph” Agni mulai bosan.

“Napa loe Ag?” Tanya Zevin kompak. Agni hanya tersenyum masam.

“Tapi gue g’ ikutan ya” kata Cakka lemes.

“Tapi Cakk…”

“jangan panggil gue cak, loe piker gue cicak apa!” Cakka melotot.

“Iya dehh Kka, tapi kan elo yang jago main gitar” kata Deva sambil ngerangkul Keke.

“G’ tau deh” jawab Cakka.

“Okee kalau gitu, kita lanjutin besok”

 

Sore hari Agni terdiam di kamarnya, Agni bingung akan melakukan apa. Akhirnya Agni mengambil gitarnya dan mulai bernyanyi.

 

“Apa

Salahku kau buat begini, Kau tarik ulur hatiku hingga sakit yang

kurasa, Apa memang ini yang kamu inginkan, Tak ada sedikitpun niat

serius kepadaku..

Katakan yang sebenarnya, Jangan mau tak mau seperti ini

Akhirnya

kini aku mengerti, Apa yang ada difikiranmu selama ini, Kau hanya ingin

permainkan perasaanku, Tak ada hati tak ada cinta..

Apa memang ini yang kamu inginkan, Tak ada sedikitpun niat serius kepadaku..

Katakan yang sebenarnya, Jangan mau tak mau seperti ini

Akhirnya

kini aku mengerti, Apa yang ada difikiranmu selama ini, Kau hanya ingin

permainkan perasaanku, Tak ada hati tak ada cinta..

Akhirnya kini

aku mengerti, Apa yang ada difikiranmu selama ini, Kau hanya ingin

permainkan perasaanku, Tak ada hati tak ada cinta, Apa salahku..”

 

Tak

terasa Agni telah menjatukan air matanya. Tak dapat dipungkiri lagi,

bahwa sejujurnya Agni masih sangat mencintai Cakka. Tapi Agni juga masih

belum mampu untuk melupakan Cakka.

 

“Cakka,, Cakka,, Cakka,, Cakka” lirih Agni yang masih dengan tangisannya.

 

Agni yang kelelahan menangis akhirnya tertidur dengan gitar yang ada di sampingnya.

 

Pagi-pagi Agni telah bersiap-siap untuk bersekolah. Hari ini Agni membawa mobil sendiri karena supirnya lagi sakit.

 

“Maa,, Agni berangkat yaa” pamit Agni sambil mencium punggung tangan mamanya.

“Hati-hati ya sayang” pesan mamanya.

 

Agni membawa mobilnya dengan kecepatan sedang. Saat sampai di sekolah, Agni langsung berlari ke kelasnya. Tapi tiba-tiba….

 

‘drrt…drrt..drrt..’ hp Agni bergetar 3x yang tandanya itu ada sms masuk.

 

From: ♥♫♥(Cakka)

Ag, gue tau loe dah dtg,,

Skrg qt dsuruh kumpul di UKS

 

Ternyata sms dari Cakka, nama Cakka di kontak hpnya Agni belum diubah.

 

To: ♥♫♥(Cakka)

Iy, gw kesana skrg

 

Saat

sampai di UKS hanya ada beberapa anggota inti PMR. Mereka masih sibuk

dengan urusannya masing-masing. Ada yang pacaran (ex: RiFy, ZeVin, DeKe,

OCha), ada yang berdebat (ex: Angel, Kiki, Oliv, Ray). Cakka sendiri

sedang memainkan gitarnya. Agni memilih duduk di kursi yang ada di dekat

jendela dan menghadap ke taman.

Beberapa menit kemudian, samua anggota inti PMR sudah berkumpul. Dan rapat pengumpulan dana untuk korban bencana dimulai.

Semua anggota inti PMR menjalankan tugasnya dengan baik. Akhirnya dana yang dikumpulkan sudah terkumpul semua.

 

_Hari minggu_

 

Hari

ini adalah hari dimana para anggota inti PMR dan beberapa guru

pendamping mengadakan pemberian bantuan pada korban gempa dan tsunami di

Pandeglang. Tidak hanya pemberian bantuan tapi juga anggota inti PMR

sekolah Agni menghibur para korban bencana.

 

Di dekat lokasi hiburan tampak 6 orang remaja sedang ngobrol, walaupun dua diantaranya seperti tidak semangat.

 

“Eh, ntar mau tampil apa nih kalian?” Tanya seorang cowok hitam manis, yaitu Iel, sambil merangkul mesra pundak Via.

“Gue

sama Ify pasti nyanyi sama maen gitar donk,, ya g’ Fy” jawab Rio sambil

melingkarkan salah satu tangannya ke pinggul Ify. Ify tersenyum sangat

manis.

“Eh, kalian berdua?” Tanya Via kepada Agni dan Cakka.

“G’” jawab Agni dan Cakka serempak.

“Knapa?”

“Males” Agni dan Cakka serempak, yang lain Cuma cengo.

 

Akhirnya

mereka berenam mendekati tempat acara hiburan diadakan. Terlihat Rio,

Ify, Via, dan Iel naik ke atas panggung yang disediakan (kan ada

panggungnya gitu, tapi g’ kaya panggung beneran). Rio dan Iel telah siap

dengan gitar akustiknya masing-masing. Sedangkan Ify dan Via

bersiap-siap untuk bernyanyi. Agni dan Cakka ikut membantu.

 

“Eh, Agni, Cakka,, kalian yakin g’ tampil?” Tanya Rio.

“G’ tau deh, engg’ kayaknya” jawab Cakka.

“Oh, ntar kalu berubah pikiran bilang ya” sahut Ify.

 

Akhirnya

Ify, Rio, Via, Iel pun tampil dengan sangat mempesona. Ify dan Via

bernyanyi diiringi petikan gitar Rio dan Iel. Mereka berempat membawakan

lagu ‘Jangan Menyerah’. Saat mereka berempat selesai tampil, tepuk

tangan riuh. Ify, Via, Rio, dan Iel pun berjalan menuju Agni dan Cakka

(walaupun sebenarnya jarak antara Agni dan Cakka tidak begitu dekat).

Terlihat Cakka membisikkan sesuatu di telinga Iel.

 

“sswwwtttsswwwtt”

 

“Okee” jawab Iel sambil mengacungkan jempolnya.

 

Dengan

cepat Cakka berlari entah pergi kemana. Agni ingin memanggil Ify, tapi

Ify udah dibawa kabur oleh Rio(mau mojok sepertinya).

 

“Huuh

mau ngapain nih gue,, males banget dahh” kata Agni lemes. Agni pun

memutuskan untuk berjalan menuju posko yang dibuat oleh anggota inti PMR

sekolahnya. Tapi saat akan masuk ke posko tersebut ada seseorang

menahannya.

 

“Agni, ikut gue” kata orang tersebut sambil menarik tangan Agni.

“Ih, g’ usah ditarik tangan gue, sakit tau iiel” ternyata orang yang menarik Agni itu Iel.

“Ikut guee”

“Iya iya” Agni pun pasrah.

 

Agni

ditarik oleh Iel sampai ke tempat hiburan tadi. Agni bingung kenapa

ditarik ke tempat itu. Saat sampai Agni terkejut dengan apa yang

dilihatnya. Seorang lelaki tampan sedang duduk di kursi tinggi(seperti

kursi bar) sambil memegang sebuah gitar.

 

“Cakka” lirih Agni.

 

Lelaki tersebut Cakka. Cakka tersenyum saat melihat Agni. Lalu Cakka memulai penampilannya.

 

“Perjalanan ini

Ingin masih panjang

Tapi mengapa tuhan slalu berikan cobaan

 

Mohon maafkan segala kesalahan

Mohon ampunan

Begitu banyak jiwa yang telah berjatuhan

Yang telah berjatuhan

 

Tuhan tolonglah

Hentikan sgalanya

Mataku tak sanggup melihat derita yang ada

 

Tuhan berikan

Ketabahan pada mereka

Bengkitkan semangat jiwa

Menjalani hidupnya kembali

 

Bertahanlah kawan

Semua kan baik saja

Tuhan pasti berikan jawaban

Bagi hambanya yang tabah”

 

“prok prok prok” tepuk tangan orang-orang yang melihat penampilan Cakka sangat riuh.

 

Cakka menghampiri Agni yang berdiri mematung. Cakka langsung menarik tangan Agni naik ke panggung.

 

“Saya mohon perhatiannya sebentar saja, saya ingin mengungkapakan sesuatu” kata Cakka.

 

Cakka lalu berlutut dihadapan Agni.

 

“Hey, Kka, berdiri” kata Agni menarik pundak Cakka seakan ta memperbolehkan Cakka berlutut.

“Agni,

gue minta maaf selama ini dah nyakitin elo, gue g’ sanggup jauh dari

elo, gue g’ bisa Ag” kata Cakka sambil menatap mata Agni.

“Would you be my girl again?” Tanya Cakka penuh keseriusan.

“Berdiri” seru Agni. Cakka pun berdiri.

 

Agni langsung memeluk Cakka sangat erat dan menangis. Cakka pun membalas pelukan Agni dan mengusap lembut kepala Agni.

 

“Jadi?” Tanya Cakka.

“I would be your girl again” jawab Agni sambil mengangguk pelan.

 

“CIIEEEEEEE” koor semua orang yang melihat kejadian itu.

 

Akhirnya Cakka dan Agni bersatu kembali..

 

__The End__

 

M”v klau jlek, gaje, ganyambung, bahasanya kacau,, hhe ^_^v

m"v saia ngetag sembarangan, klw g' suka d hpus ajj...

 

Follow twit.q y @Meryl_nrgCL

Add fb.q juga ya: Meryl Astried C-Luvers NrgEkada

comments powered by Disqus