Salingsapa
Mencari Berkah Pasca Nikah
Minggu, 01 November 2015 05:53 WIB
Mencari Berkah Pasca Nikah

Ini bukan tentang barca versus madrid. Tapi bagaimana mencari barca (alias berkah) pasca married. Berkah itu penting. Jika tak ada dalam rumah tangga, suasana bisa genting. Masalah datang menambah pusing. Rumah tangga ibarat tanah lapang. Jika tak ditanam pepohonan, yang tumbuh rumput ilalang. Kebaikan hilang, keburukan datang.

Komunitas
Menjadi Orangtua Amanah
Sabtu, 15 Agustus 2015 09:16 WIB
Menjadi Orangtua Amanah

Tugas orangtua mengarahkan anaknya untuk menjalankan programnya sebagai khalifah Allah. Fitrah sejatinya adalah program. Fitrah ibarat 'software' yang ditanam dalam setiap bayi. Orangtua yang mengaktifkan atau merusaknya. Nah tugas orang tua sejatinya adalah memastikan anaknya untuk menjalankan programnya di dunia dengan baik. Kemudian mengenali softwarenya, lalu menyesuaikan dengan hardwarenya, lalu install lah.

Kajian
OTORITAS ATURAN "AYAH KEPSEK"
Selasa, 03 November 2015 08:00 WIB
OTORITAS ATURAN "AYAH KEPSEK"

Ayah yang tak mau menegakkan aturan dalam rumah pada dasarnya mendzholimi si ibu juga anak. Membiarkan anak dengan kesalahannya dan mencabut fungsi dasar ibu sebagai pemberi rasa nyaman. Terlebih jika ayah ikut-ikutan menyalahkan sang ibu. Lengkaplah predikat ibu sebagai ‘musuh’ bagi anak. Ingat. Petaka pertama pengasuhan: ketika ibu tak lagi dicintai dan dirindukan oleh buah hatinya. Maka, ayah harus pulang. Terlibat dalam pengasuhan. Tunjukkan otoritas dan ketegasan. Jangan biarkan ibu yang ambil alih fungsi ini. Biarlah anak merasa ayahnya galak dan tegas. Karena memang inilah the real father. Asalkan anak merasa nyaman dengan ibunya, itu lebih baik. Saat protes dengan keputusan ayah, ibulah yang menenangkan dan menguatkan. Inilah keseimbangan dalam pengasuhan. Ayah sebagai pemilik otoritas aturan bertugas menjaga anak dari pengaruh buruk lingkungan. Dan ibu sebagai pemberi rasa nyaman menjadi daya pikat anak untuk selalu pulang.

Kajian
AYAH PENGEMBARA
Rabu, 12 Agustus 2015 07:38 WIB
AYAH PENGEMBARA

Siapa yang dimaksud dengan ayah pengembara? Ini adalah kisah ayah yang banyak menghabiskan waktunya di luar rumah karena tuntutan tugas. Ada yang berhari-hari di lautan, lepas pantai atau perbatasan negara. Atau dipindahtugaskan ke luar daerah hingga terpaksa harus terpisah dari keluarga hingga berbulan-bulan. Namun tak menghalangi keinginan untuk tetap mengurus anaknya meskipun dari kejauhan. Jauh dari anak bukan menjadi penghalang bagi ayah untuk mendidik anak mereka. Sebab sejarah membuktikan bagaimana Ibrahim sosok ayah teladan sukses mendidik anaknya menjadi Nabi yakni Ishaq dan Ismail. Padahal beliau pulang setahun sekali. Hal ini menandakan ayah masih bisa berkontribusi terhadap tumbuh kembang anak meskipun jauh terpisah hingga rentang waktu yang lama. Apalagi bagi ayah yang sekedar pekerja kantoran dengan label angkatan 59. Berangkat jam 5 pulang jam 9. Upaya mendidik anak berkualitas masih amat mungkin diupayakan.

Kajian
NEGERI TANPA AYAH
Kamis, 06 Agustus 2015 15:16 WIB
NEGERI TANPA AYAH

Jika memiliki anak sudah ngaku-ngaku jadi AYAH, maka sama anehnya dengan orang yang punya bola ngaku-ngaku jadi pemain bola. AYAH itu gelar untuk lelaki yang mau dan pandai mengasuh anak bukan sekedar 'membuat' anak. Jika AYAH mau terlibat mengasuh anak bersama ibu, maka separuh permasalahan negeri ini teratasi. AYAH yang tugasnya cuma ngasih uang, menyamakan dirinya dengan mesin ATM. Didatangi saat anak butuh saja. Ibarat burung yang punya dua sayap. Anak membutuhkan kedua-duanya untuk terbang tinggi ke angkasa. Kedua sayap itu adalah AYAH dan ibunya. Ibu mengasah kepekaan rasa, AYAH memberi makna terhadap logika. Kedua-duanya dibutuhkan oleh anak. Jika ibu tak ada, anak jadi kering cinta. Jika AYAH tak ada, anak tak punya kecerdasan logika. AYAH mengajarkan anak menjadi pemimpin yang tegas. Ibu membimbingnya menjadi pemimpin yang peduli.

Kajian
Masjid Ramah Anak
Senin, 03 Agustus 2015 12:22 WIB
Masjid Ramah Anak

Sudah bukan menjadi rahasia lagi betapa kadang anak-anak kehadirannya tidak begitu diharapkan di dalam masjid. Anak-anak dianggap pengganggu kekhusyukan dalam beribadah. Sehingga bahkan ada masjid yang terang-terangan menulis larangan anak masuk masjid. Bahkan ada orang dewasa yang tak segan-segan menghardik dan mengancam mereka jika bermain dan bercanda. Masjid pun menjadi tempat menyeramkan. Anak-anak pun mencari tempat alternatif hiburan. Pilihannya playstation dan game online. Permainan menyenangkan. Penjaganya pun menyambut ramah. Akhirnya pihak masjid pun susah mencari kader remaja masjid. Banyak remaja yang menolak, sebab waktu kecil selalu dimusuhi saat di masjid. Sifat Allah Yang Maha Rahman tak muncul dalam perilaku sebagian pengurus masjid yang galak dan suka bentak anak. Anak-anak lebih mengenal Allah Yang Mahakeras siksanya dibandingkan Maha Rahim-Nya. Sebab mereka banyak dihukum dan dimarahi jika bermain-main di masjid. Maka dari itu, Penting! Dibutuhkan masjid ramah anak, bukan yang sinis terhadap anak-anak!.

Teladan